Perdebatan

07.56 / Diposting oleh peter /

dari milis
Sang Guru tak mau berdebat dengan siapa pun, karena ia tahu
bahwa yang dicari oleh "pendebat" adalah pembenaran atas
keyakinannya, bukan Kebenaran.

Suatu ketika Sang Guru menunjukkan kepada mereka nilai
sebuah perdebatan:



"Sepotong roti bermentega jatuh. Yang bermentega di sisi
atas atau bawah?"

"Tentu saja, sisi yang bermentega di bagian bawah."

"Tidak, sisi yang bermentega di atas."

"Ayo kita uji."

Sepotong roti diolesi mentega lalu dilempar ke atas. Jatuh.
Sisi yang bermentega berada di atas!

"Saya menang."

"Hanya karena saya membuat satu kesalahan."

"Kesalahan apa?"

"Saya mengoleskan mentega pada sisi yang salah."

Atau.....

Kedamaian

Ada dua orang pertapa yang sudah hidup bersama selama empat puluh
tahun dan mereka tidak pernah bertengkar. Satu kali pun belum pernah.
Suatu hari, seorang dari mereka berkata, "Tidakkan kau berpikir bahwa
inilah saatnya kita bertengkar, paling tidak sekali saja?"
pertapa yang lainnya menyahut, "Bagus kalau begitu! Mari kita mulai!
Apa yang harus kita pertengkarkan?"

"Bagaimana kalau sepotong roti ini?" kata pertapa pertama.
"Baiklah, marilah kita bertengkar karena roti ini. Terus bagaimana
kita melakukannya?" tanya pertapa yang kedua.

pertapa pertama lalu berkata, "Roti ini punyaku. Ini milikku."
pertapa yang kedua menjawab, "Baiklah...Kalau begitu, mari kita makan
sama - sama."

Dan mereka pun makan bersama - sama...:)

Diambil dari buku "Walk On Water"
~~~
Kedamaian tidak akan dapat dihancurkan oleh sebuah pertengkaran atau
perdebatan jika sudah menjadi kebiasaan.
Hanya "akuisme"-lah yang menghancurkan kedamaian itu. "Ini milikku,
dan aku tidak ingin berbagi dengan orang lain."
Ketika kita mempunyai sikap terlekat dan egois seperti itu,
hati kita lambat laun akan semakin menjadi keras.
Dan inilah awal dari penderitaan kita....

Label:

0 komentar:

Posting Komentar